Asap di Kalteng Masih Tebal – Gubernur Lapor Mendagri
Ditulis oleh adijaya1980 di/pada Oktober 3, 2006
PALANGKA RAYA – Walaupun upaya pemadaman kebakaran hutan/lahan terus
dilakukan tapi pada kenyataannya kabut asap di Kalteng khususnya Kota
Palangka Raya semakin parah. Padahal Departemen Kehutanan dan Mabes
Polri telah membantu melakukan pemadaman dengan membuat bom air atau
water bom menggunakan helikopter. Gubernur Kalteng Agustin Teras Narang
menilai water bom yang ada saat ini belum dapat menunjukkan hasil yang
maksimal.
“Tadi pagi (kemarin, red) pukul 06.45, saya telah melaporkan kepada
Menteri Dalam Negeri tentang kondisi Kalteng saat ini. Saat itu saya
mengatakan konsidi kabut asap sudah sangat parah. Saya juga melaporkan
saat ini sudah ada water bom tapi pada kenyataannya, pemadaman yang
dilakukan sudah jalan enam hari belum memperlihatkan hasil yang
maksimal,” kata Teras kepada wartawan usai melantik pejabat eselon II,
III dan IV, Senin (2/10).
Maka dari itu dirinya mengusulkan kepada Mendagri untuk diberikan hujan
buatan. Tanggapan Mendagri kala itu, usulan tersebut telah disampaikan
kepada Menristek. Dari Menristek dikatakan saat ini sudah siap pesawat
Hercules di Bandara Syamsudin Noor Banjarmasin. “Nantinya akan
diselidiki dulu areal mana yang membutuhkan hujan buatan. Saya berharap
dalam satu atau dua hari ini bisa ditindaklanjuti,” terang Teras yang
kala itu didampingi oleh Wagub Kalteng, Ir H Achmad Diran.
Lebih jauh Pemprov Kalteng menghimbau keperdulian bersama dalam hal
penanggulangan dan pencegahan kebakaran hutan/lahan. Pasalnya saat ini
kita semua yang merasakan akibatnya seperti kesehatan menurun dan
tenggorokan kering. “Mari kita sama-sama menjaga lingkungan sekitar.
Kalau di halaman ada api atau asap tolong dipadamkan dulu. Perlu
diingat bahaya kebakaran hutan/lahan,” pintanya.
Disamping itu Teras juga menjelaskan dirinya sudah meminta kepada
Kepala Dinas P dan K Kalteng untuk mengeluarkan intruksi agar anak-anak
sekolah diliburkan.
Namun demikian Teras mengaku tidak bisa serta merta melarang anak-anak
ke sekolah karena semuanya akan dikembalikan kepada sekolah yang
bersangkutan.
“Jika pihak sekolah merasa masih belum saatnya diliburkan itu hak
mereka tapi yang terpenting kita sudah meminta untuk mengurangi
aktivitas di luar rumah,” tandasnya. (urn)
suber: www.kaltengpos.com
powered by performancing firefox